Area Pos Pemulihan Trauma Healing Corner Permainan Edukasi Santri Posko NTT

Dampak bencana alam tidak hanya merusak fasilitas fisik dan rumah warga, tetapi juga menyisakan trauma psikologis yang mendalam, terutama bagi anak-anak di pengungsian. Rasa takut, cemas, dan kehilangan suasana bermain yang ceria dapat mengganggu kesehatan mental tumbuh kembang mereka. Membantu memulihkan kondisi emosional anak-anak korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), relawan santri dari Pondok Pesantren Mafatihussaadah mendirikan area khusus berupa trauma healing corner yang dilengkapi dengan berbagai permainan edukatif.

Pos pemulihan psikososial ini dirancang sebagai ruang aman dan nyaman di mana anak-anak dapat berkumpul, menggambar, mendengarkan cerita, serta bermain bersama. Para santri menyiapkan alat mewarnai, buku bacaan bergambar, dan permainan tradisional yang mengajarkan kerjasama. Kegiatan diisi dengan nyanyian dan kuis berhadiah sederhana yang terbukti ampuh mengalihkan perhatian anak-anak dari rasa cemas akibat musibah yang dialami. Suasana keceriaan kembali terpancar dari senyuman anak-anak di area bermain tersebut.

Kehadiran ruang pemulihan trauma ini melengkapi efektivitas pembangunan drop point Bantuan yang difokuskan untuk mempermudah alur penyaluran barang kebutuhan pokok ke wilayah terisolir di NTT. Penanganan bencana yang menyeimbangkan antara pemenuhan kebutuhan fisik dan pendampingan mental anak menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat. Para santri menjalankan kedua peran ini dengan penuh dedikasi di lapangan.

Orang tua siswa pengungsi menyambut positif kehadiran pos pendampingan anak ini. Mereka dapat lebih tenang mengurus pemulihan rumah atau mengambil bantuan logistik karena anak-anak mereka berada di tempat yang aman dan terhibur. Pendampingan psikososial ini dilakukan secara rutin setiap pagi dan sore hari oleh para santri yang telah dibekali keterampilan dasar komunikasi anak.

Program trauma healing corner buatan santri Mafatihussaadah ini memberikan kontribusi nyata dalam memulihkan keceriaan generasi muda di lokasi bencana. Dukungan moral dan mental bagi anak-anak korban bencana merupakan investasi penting agar mereka tidak kehilangan masa depan dan semangat belajar. Diharapkan pendampingan psikososial ini dapat terus berlanjut hingga kondisi kehidupan warga kembali normal.