Krisis air merupakan salah satu tantangan paling berat yang dihadapi oleh masyarakat setelah terjadinya bencana alam atau perubahan musim yang ekstrem. Menyadari urgensi kebutuhan akan sumber kehidupan ini, program Mafatihussaadah Peduli menginisiasi sebuah gerakan Wakaf Air Bersih untuk Desa Terdampak Krisis di Sumbar yang berfokus pada penyediaan sarana air bersih yang berkelanjutan. Sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemaslahatan umat, lembaga ini memobilisasi sumber daya yang ada untuk membantu wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan akses terhadap air layak konsumsi. Langkah ini merupakan bentuk implementasi nyata dari ajaran agama tentang keutamaan memberi minum kepada sesama manusia.
Implementasi dari program ini dilakukan melalui skema wakaf air bersih yang melibatkan partisipasi aktif dari para donatur, wali santri, dan masyarakat umum. Dana wakaf yang terkumpul dialokasikan untuk pembangunan sumur bor, instalasi pipa distribusi, hingga penyediaan tangki penampungan air di titik-titik strategis pemukiman warga. Program ini dipilih karena sifatnya yang jangka panjang, di mana manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat selama bertahun-tahun ke depan. Mafatihussaadah memastikan bahwa setiap proyek infrastruktur air ini dikerjakan secara profesional dengan melibatkan tenaga ahli agar sumber air yang dihasilkan tetap terjaga kualitas dan kelancarannya.
Target lokasi dari program pembangunan sarana air ini diprioritaskan bagi setiap desa terdampak krisis yang sebelumnya sangat bergantung pada aliran sungai atau sumur galian yang kini telah mengering atau tercemar. Banyak warga yang sebelumnya harus berjalan berkilo-kilometer atau mengeluarkan biaya besar hanya untuk mendapatkan beberapa liter air untuk kebutuhan harian. Dengan adanya fasilitas wakaf air ini, beban ekonomi dan fisik masyarakat dapat dikurangi secara signifikan. Air yang bersih juga menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan lingkungan desa, mencegah timbulnya penyakit kulit dan gangguan pencernaan yang sering mewabah saat musim kekeringan melanda.
Fokus distribusi bantuan infrastruktur ini dilakukan di wilayah Sumbar, daerah yang memiliki kontur alam yang dinamis namun seringkali mengalami gangguan pada sumber air akibat pergeseran tanah atau kemarau panjang. Mafatihussaadah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah desa setempat untuk memastikan lahan yang digunakan untuk pembangunan sarana air ini bersifat wakaf umum yang dapat diakses oleh siapa saja tanpa pungutan biaya. Kehadiran program ini disambut dengan antusias oleh warga, karena air bersih merupakan kebutuhan primer yang menjadi nadi utama aktivitas rumah tangga maupun kegiatan ibadah di masjid dan mushaf setempat.
