Trauma psikologis mendalam akibat kehilangan harta benda dan sanak keluarga sering dialami para pengungsi korban bencana alam NTT. Tekanan mental di tenda pengungsian menuntut kehadiran fasilitas ruang pendampingan psikososial yang nyaman dan menenangkan jiwa. Para santri pondok pesantren Mafatihussaadah berinisiatif membangun area pos konseling sederhana di tengah lokasi pengungsian. Ruang pemulihan mental ini membantu mengembalikan keceriaan anak-anak dan warga terdampak.
Tim relawan santri merakit bilik bambu dan terpal kedap suara untuk dijadikan ruang khusus konseling dan permainan anak trauma healing. Mereka menghias dinding tenda dengan gambar ceria serta menyiapkan aneka mainan edukatif dan buku cerita bergambar. Para santri terlatih mendampingi anak-anak bernyanyi, menggambar, dan bercerita untuk melupakan kesedihan bencana. Suasana tawa ceria anak-anak mulai menghidupkan kembali suasana posko pengungsian.
Selain fasilitas ruang konseling psikologis, para santri juga mendirikan pos layanan pengaduan serta pusat distribusi logistik darurat terpadu. Posko informasi tersebut memudahkan warga menyampaikan keluhan kebutuhan pokok serta memantau jadwal pembagian bantuan. Pelayanan yang ramah dan sigap dari para santri memberikan ketenangan batin bagi para kepala keluarga pengungsi. Manajemen posko kemanusiaan berjalan sangat tertib dan transparan.
Evaluasi kegiatan trauma healing dan rekapitulasi keluhan warga dilakukan setiap malam oleh koordinator posko santri bersama tokoh masyarakat. Apresiasi tinggi diungkapkan oleh tim psikolog relawan nasional atas inisiatif luar biasa pembangunan fasilitas pendampingan ini. Pengabdian tulus santri mengobati luka batin korban bencana alam. Kepedulian psikologis memulihkan harapan hidup.
Dukungan material bangunan bambu dan perlengkapan anak ini terselenggara berkat donasi para dermawan pemerhati kemanusiaan. Solidaritas sosial lintas pulau membuktikan tingginya perhatian masyarakat terhadap pemulihan mental penyintas bencana. Setiap senyuman anak di pos konseling adalah bukti sukses misi kemanusiaan santri. Jiwa pulih harapan bangkit.
Program pembangunan area pos konseling sederhana ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan trauma psikologis seluruh warga pengungsi. Kesehatan mental yang stabil adalah fondasi utama bagi masyarakat untuk bangkit membangun kembali masa depan. Semangat pengabdian santri untuk kemanusiaan harus terus dijaga kelangsungannya. Santri peduli jiwa raga.
