Musibah banjir yang meluap hingga ke pemukiman dan gedung sekolah sering kali menghanyutkan buku bacaan, seragam, dan alat tulis milik anak-anak sekolah. Hilangnya sarana belajar tersebut menjadi hambatan bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan mereka di lokasi penampungan darurat. Memahami pentingnya keberlanjutan proses edukasi anak, aksi pendistribusian perlengkapan sekolah bagi anak terdampak banjir di NTT dilaksanakan untuk membangkitkan kembali semangat belajar generasi muda.
Paket edukasi yang dibagikan mencakup tas sekolah kedap air, buku tulis, pensil, pena, penghapus, penggaris, serta buku bacaan cerita islami. Penggalangan sarana belajar ini dihimpun dari aksi solidaritas para santri, pengurus pesantren, serta donatur umum yang peduli terhadap masa depan pendidikan anak di daerah bencana. Selain pembagian alat tulis, santri juga mengajak anak-anak membaca al-qur’an bersama dan mengulas keutamaan membaca surah pilihan sebagai sarana mendapatkan ketenangan jiwa dan motivasi hidup di tengah masa sulit.
Penyerahan paket seragam dan alat tulis dilakukan secara langsung di tenda-tenda ruang belajar sementara yang didirikan di area pengungsian. Keceriaan anak-anak terpancar jelas saat mereka menerima tas baru dan mulai mencoba menulis kembali bersama teman-temannya. Kehadiran sarana belajar baru ini mengembalikan kebiasaan positif anak-anak untuk terus menuntut ilmu meskipun berada di lingkungan yang terbatas.
Relawan santri juga berperan sebagai tenaga pengajar sukarela yang mendampingi anak-anak mengulang pelajaran sekolah dasar setiap sore hari. Pendampingan belajar ini menjaga agar anak-anak tidak tertinggal materi pelajaran sekolah saat kegiatan belajar formal di sekolah mereka belum berjalan normal. Kombinasi antara pemberian bantuan fisik dan bimbingan belajar terbukti efektif menjaga motivasi anak.
Dukungan sarana pendidikan di lokasi bencana memberikan rasa lega bagi para orang tua yang khawatir akan kelangsungan sekolah anak-anak mereka. Orang tua tidak perlu merasa cemas memikirkan biaya pembelian alat tulis baru di tengah kesulitan ekonomi pascabencana. Langkah nyata ini membantu meringankan beban hidup keluarga korban banjir secara langsung.
Secara keseluruhan, pemenuhan kebutuhan alat tulis bagi anak-anak korban banjir merupakan investasi sosial yang sangat berharga demi masa depan mereka. Semangat belajar yang terus terjaga menjadi modal utama pemulihan pascabencana yang lebih cepat dan berkelanjutan. Aksi peduli pendidikan yang digerakkan oleh para santri ini menegaskan pentingnya menjaga kebaikan dan edukasi di setiap situasi krisis.
