Melantunkan bait kitab aqidatul awam merupakan tradisi indah pesantren yang terbukti sangat efektif dalam menanamkan fondasi keimanan kepada santri pemula. Kitab nazham susunan Al-Allamah Al-Sayyid Ahmad Al-Marzuki ini berisi syair-syair sederhana mengenai sifat-sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah SWT serta para rasul-Nya. Dengan melagukan bait-bait nazham ini bersama-sama sebelum kajian dimulai, hafalan akidah tersimpan kuat dalam ingatan santri tanpa terasa membebani.
Pemahaman mengenai tauhid dasar mendidik santri untuk mengenali nama-nama malaikat, kitab-kitab suci, serta silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW yang wajib diketahui oleh setiap muslim. Penguasaan poin-poin akidah Ahlussunnah wal Jama’ah ini menjadi benteng utama agar iman santri tidak mudah goyah oleh berbagai pemahaman teologi yang menyimpang. Penjelasan materi secara lugas membantu santri menyadari keagungan Allah SWT sebagai Pencipta alam semesta.
Dukungan sarana fisik yang memadai turut menunjang kelancaran proses pembelajaran santri, seperti diberitakan dalam ponpes mafatihussaadah bangun fasilitas asrama dan ruang belajar santri demi menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Fasilitas modern dipadukan dengan suasana religius yang kental.
Pembedahan makna setiap bait aqidah dilakukan secara bertahap oleh para pengasuh agar santri tidak hanya sekadar menghafal lafal, tetapi juga menghayati kandungannya. Santri diajarkan membedakan antara hal-hal yang termasuk rukun iman dan perkara-perkara gaib yang wajib diyakini kebenarannya. Penanaman keimanan yang mantap sejak dini membentuk ketenangan jiwa dan ketakwaan yang mendalam.
Penguatan akidah islam berbasis literatur klasik menjamin regenerasi umat muslim tetap memegang teguh ajaran murni para ulama terdahulu. Keyakinan yang lurus menjadi landasan penerimaan seluruh amal ibadah seorang hamba di hadapan Allah SWT. Mari ajarkan dasar-dasar akidah secara menyenangkan dan menyentuh hati kepada anak-anak kita sejak dini.
